SELAMAT DATANG DI MYBLOG

Selasa, 17 Januari 2017

AL- ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN


I. Pengertian sholat sunnah rawatib

Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnat yang mengikuti atau mengiringi sholat fardhu lima waktu dan merupakan sholat sunnat yang senantiasa dikerjakan oleh Rosulullah SAW baik sebelum sholat fardhu maupun sesudah sholat fardhu.

sholat sunnah rawatib itu sendiri jika dilihat dari segi waktu mengerjakannya, maka dapat di bagi menjadi dua yaitu sholat sunnat rawatib Qobliyah dan sholat sunnat rawatib Ba’diyah. Dan jika dilihat dari segi hukumnya, maka sholat sunnat rawatib dapat dibagi menjadi dua yaitu sunnat rawatib mu’akkad dan rawatib ghoiru mu’akkad.
II. Macam macam sholat sunnat rawatib
Sholat sunnat rawatib mu’akkad
Sholat sunnat rawatib muakkad adalah sholat sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Berikut ini adalah yang termasuk dalam sholat sunnat rawatib mu’akkad : 
Dua rakaat sebelum sholat Zhuhur
Dua rakaat sesudah sholat Zhuhur
Dua rakaat sesudah sholat Maghrib
Dua rakaat sesudah sholat isya’
Dua rakaat sebelum sholat shubuh
Dua rakaat sesudah sholat Jum’at
Hal ini sebagaimana yang telah diterangkan oleh Rasulullah SAW di dalam sabdanya yang telah di riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umam ra. Yaitu : 

“ Saya menghafalkan 10 rakaat ( sholat sunnat ) dari Nabi SAW yaitu dua rakaat qobliyah (sebelum) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) maghrib di rumahnya, dua rakaat ba’diyah (sesudah) isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum sholat subuh “ ( HR Imam Bukhari dan Muslim dan riwayat lain dari dua rawi tersebut yaitu disebutkn “ Dan dua rakaat ba’diyah jumat di rumahnya”. )

Berdasarkan sabda Rasulullah tersebut maka jelaslh bahwa sholat sunnat rawatib paling utama itu adalah di kerjakan di dalam rumah. Sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Rasulullah SAW di dalam sabdanya yang artinya :

“Sholatlah kamu di rumahmu , sesungguhnya sholat yang paling utama adalah sholat seseorang yang dikerjakan di rumahnya kecuali sholat fardhu “.

Secara umum sholat sunnat rawatib memiliki banyak keistimewaan atau keutamaan dan manfaat yang sangat besar sekali. Yaitu sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu majjah yang artinya sebagai berikut :

“ Sesungguhnya perkara yang pertama kali yang akan diperhitunhkan adalah dari seorang hamba muslim pada hari kiamat (nanti) adalah sholat fardhunya. Jika ia melakukannya dengan sempurna maka sempurnalah semu amal perbuatannya. Tetapi jika tidak, dikatakan (kepada para malaikat) “Perhatikanlah apakah ia mengerjakan dari salah satu sholat sunnat (rawatibnya). Jika ia mengerjakan sholat sunnat (rawatibnya) sholat fardhunya menjadi sempurnakarena sholat sunnat (rawatibnya). Kemudian seluruh amal fardhunya diperlakukan seperti itu pula”.

Dan untuk lebih jelasnya lagi mengenai sholat sunnat Rawatib yang termasuk dalam sunnat muakkad, maka disini akan kami uraikan secara sngkat satu per satu.

Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)
Sholat sunnat Qobliyah subuh
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjgPYFcAL1gt268D8LX7TbTcGcqsNKh9fJFWpa6Gzpe7s3LNztVWyJHerSZF0AmW9eDmIhT9T3rYw9J_K_AEsuvXlrApGhpLPjTpP8xRa1sABSZML_-k_xuUUDh2eTATuqJbs8ryHwajg/s1600/Shalat-Sunnah-Rawatib.jpgSholat sunnat qobliyah subuh itu memiliki keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar sekali , yaitu bagi orang yang mau mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang sangat besar sekali. Dimana kebesaran itu lebih baik dari bumi dan seluruh isinya. Sebagaimana yang telah di tegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.

Sholat sunnat rawatib Qobliyah subuh ini dikerjakan dengan dua rakaat sebelum melakukan sholat subuh ( setelah masuk waktu sholat subuh ). Dan mengenai cara mengeerjakannya, itu sama saja dengan mengerjakan sholat fardhu ataupun sholat sholat lainnya baik gerakannya maupun bacaanya. Hanya saja niatnya saja yang berbeda. Adapun surat yang dibaca pada rakaatnya tidak ditentukan secara resmi, akan tetapi lebih baik jika membaca surat alkaafirun pada rakaat pertama dan sutar al ikhlas pada rakaat ke-duanya. Adapun lafadz niat sholat sunnat rawatib qobliyah subuh yaitu :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidoahBPvrqLEMSCRD2IcfPSZ-B62lKO0JJfipWZwvAOWa8Zju2g2QDbo13DYepQLasClOZ3zWGwhGcQ_mGxvtuDsndcFcAs59-diE63uwRgm0oPYvBS1NZdw4M0ujV226Oo73tBO-PnQ7J/s400/140+b.JPG USHALLII SUNNATASH SHUBHI RAK'ATAINI QABLIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya:"Aku (niat) sholat sunnah qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."


Sholat sunnat Qobliyah Zhuhur
Sama halnya dengan sholat sunnat Qobliyah subuh, sholat sunnat qobliyah zhuhur pun meiliki banyak keistimewaan dan keutamaan. Diantaranya yaitu :

Bagi yang mau melaksanakan sholat sunnat qobliyah zhuhur sebanyak empat rakaat dan di ikuti empat rakaat sesudahnya, maka ia akan di jauhkan oleh Allah SWT oleh siksa api neraka. Sebagaimana yang telah di terangkan oleh Rasulullah SAW di dalm sabdanya.
Dapat menjadikan amal sholeh yang akan segera naik ke langit. Karena pada waktu itu yaitu waktu dimana matahari mulai tergelincir pintu pintu langit di buka. Sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya :

“ bahwa Rasulullah SAW biasa mengerjakan sholat 4 rakaat setelah matahari tergelincir sebelum sholat zhuhur dan beliau bersabda : sesungguhnya inilah saatnya, pintu pintu langit dibuka, maka dari itu aku ingin agar yang naik dari diriku pada saat ini adalah amal yang shalih “ ( HR imam Tarmidzi dai Abdullah bin Saib ra )

Bagi seseorang yang senantiasa mengerjakan sholat sunnat qobliyah zhuhur empat rakaat maka ia akan mendapat pahala seperti pahala mengerjakan sholat sunnat tahajjud. Adapun lafadz niat sholat sunnat qobliyah zhuhur sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiL4sBCtrlPfl-Mbmqx8XwTSw-IcPdykrdHRg75cbAoGI9D7EwoEUcrXbBd39GxHh1H_IbFltAoyu4XnlJqlb2G_t8uhyphenhyphenHZdSYgoDV5R-bF8jvBWnHOJvQtL-esSpaSyPxvpDFFhWuQVOh/s400/138+a.JPGUSHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl QABLIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA, Artinya:Aku (niat) sholat sunnah qabliyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Sholat sunnat ba’diyah zhuhur
Sholat sunnat ba’diyah zhuhur memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan seperti halnya mengerjakan sholat sunnat qobliyah zhuhur. Yaitu seseorang yang senantiasa mengerjakan empat rakaat sholat sunnat ba’diyah zhuhur maka ia akan dijauhkan oleh Allah SWT dari siksa api neraka. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya :

“ Barang siapa yang menetapi dengan baik sholat 4 rakaat sebelum zhuhur dan 4 rakaat sesudahnya maka Allah mengharankannya dari api neraka “ ( HR Imam tarmidzi, Abu awud, Ibnu Majjah, dan Imam Nasa’i bersumber dari Ummu Habibah )
Sholat sunnat Ba’diyah Zhuhur ini dikerjakan dengan dua rakaat atau empat rakaat setelah mengerjakan sholat zhuhur. Namun bagi yang mengerjakan sholat jum’at , maka sholat ba’diyah zhuhurnya diganti dengan sholat ba’diyah jum’at. Adapun niat sholat sunnat ba’diyah zuhur yaitu sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhar65oeh7K79jSqx7fcEgubN71xLX3VtXSvwGbhw0uur5MCPcZXYyO6zxcUiBR5rIDbbylYwKzTc-TjTJHHmP4ln4pTRBo4XI7dRgh2wrUUsLqb-TNGKL0q0yxoELZ-VycSaJXYhDTY5S6/s400/138+b.JPGUSHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya: ' '"Aku (niat) sholat sunnah ba'diyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Sholat sunnat Ba’diyah Maghrib
Sholat sunnat ba’diyah maghrib dikerjakan setelah memasuki waktu sholat maghrib setelah sholat maghrib. Sholat sunnat ba’diyah maghrib dikerjakan sebanyak dua rakaat dan ang lebih utama dikerjakan di rumah. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bersumber dari Ibnu Umar ra katanya : 

“ Saya menghafalkan 10 rakaat ( sholat sunnat ) dari Nabi SAW yaitu dua rakaat qobliyah (sebelum) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) maghrib di rumahnya, dua rakaat ba’diyah (sesudah) isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum sholat subuh “ ( HR Imam Bukhari dan Muslim dan riwayat lain dari dua rawi tersebut yaitu disebutkn “ Dan dua rakaat ba’diyah jumat di rumahnya”. )
Adapun lafadz niat sholat sunnat ba’diyah maghrib adalah sebagai berikut :


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh78QXZPlQx-O22im_LKPC1MVCV4j0gjVXts_MYktF7JVHtRmzTpZrM4k22Cu1BJYHnJQ46ukOaKh86iyXMutcGHX6rNwl15A2hjc-y78YoNeR-TUvN6VrYApBw-iBZMDZ_s3dzUu6mg7tj/s400/139+c.JPGUSHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAIN BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya:"Aku (niat) sholat sunnah ba'diyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."


Sholat sunnat ba’diyah ‘Isya
Sholat sunnat ba’diyah ‘Isya dilaksanakan setelah mengerjakan sholat fardhu ‘isya sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Dimana mengerjakan sholat badiah isya itu mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar. Yaitu bagi orang orang yang senantiasa mengerjakannya akan mendapat pahala seperti pahalanya orang yang mengerjakan sholat tahajjud pada malam lailatul qodar. 

Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :

“ Barang siapa yang mengerjakan sholat 4 rakaat sebelum shlat ahuhur , dia seperti mengerjakan sholat tahajjud pada malam hari, dan barang siapa yang mengerjakan sholat 4 rakaat sesudah sholat isya dia seperti mengerjakan sholat tahajjud pada malam lailatul qodar.” (HR Imam Sa’id bin Mansur, dan Al Barra’ bin Azib ra )

Adapun lafadz niat sholat sunnat ba’diah isya itu adalah sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE2nLEhvduFUoNWVsDymfgIAqFMZVhcGnZoQu1Em3HI1WRI6RjbEXpCDcjr3GbSiBmsvrgUGv48HjSR1EjbuMGXVmex5l_Zlgv96oHjNvKk86tZXxRLPM7qkaL65ewW1DF4_witUKzrDU4/s400/140+a.JPGUSHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya:"Aku (mat) sholat sunnah ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Sholat sunnat ba’diyah jum’at
Sholat sunnat ba’diah jumat dikerjakan setelah mengerjkan sholat jumat. Sholat ba’diyah jumat ini paling utama dikerjakan di rumah sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Nabi SAW yang artinya sebagai beikut :

“ Bahwa Nabi SAW biasa mengerjakan dua rakaat sesudah sholat jumat di rumahnya. “ (HR Jama’ah) 

Adapun lafadz niat sholat sunnat jum’at sebagai berikut :

USHALLII SUNNATAL JUM'ATI RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya:"Aku (mat) sholat sunnah ba'diyyah Jumat 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

SHOLAT SUNNAT RAWATIB GHOIRU MU’AKKAD
Sholat sunnat rawatib ghoiru mu’akkad adalah sholat sunnat yang tidk begitu diutmkan atau tidak dianjurkan untuk dikerjakan. Memang sholat sunnat Rawatib Ghoiru Muakkad ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang besar sebagaimana yang sunnat muakkad , namun tidak sebesar atau seutama yang sunnat muakkad. 

Adapun yang termasuk dalam bagian sholat sunnat rawatib ghoiru muakkad adalah :
Empat rakaat sebelum sholat ashar
Dua rakaat sebelum sholat maghrib dan
Empat atau enam rakaat sebelum sholat isya
Dan untuk lebih jelasnya lagi maka baiklah akan kami uraikan satu persatu sebagaimana berikut :

Sholat sunnat qobliah ashar
Sholat sunnat qobliah ashar dilakukan setelah masuk waktu sholat ashar sebelum mengerjakan sholat ashar sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dari sahabat Ali ra yang artinya :

“ Bahwa Nabi SAW biasa mengerjakan sholat sebelum melaksanakan sholat Ashar 2 rakaat “

Di dalam sholat sunnat qabliah Ashar memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan , diantaranya yaitu :

 Bagi eseorang yang selalu mengerjakannya sebanyak 4 rakaat, maka ai akan diselamatkan dari siksa api neraka. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :

“ barang siapa yang mengerjakan sholat 4 rakaat sebelum mengerjakan sholat Ashar, Allah haramkan tubuhnya dari api neraka. “

Akan mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT orang yang selalu mengerjakan empat rakaat qabliah ashar. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Admad, Abu Dawud dan Imam Tarmidzi dari sahabat Ibnu Umar ra yang artinya :

“ Semoga Allah SWT memberi rahmat kepada orang yang mengerjakan sholat empat rakaat sebelum sholat Ashar “

Adapun lafazh niat sholat sunnat qabliah Ashar adalah sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjqENMcdbwelP5qVCPaTg9pLiDn9DNcybBIUCfIK-cTbRzgY0HXoo5IJxXcJdy2IOOmRcMGUQQ5fNh_3s3_5DaUQxmcnoR0u2BBbas06P5au3aD9QL5Yb3GsbRlSHosd8cmeIeakYEr2di/s400/139+a.JPG
USHALLI SUNNATAL 'ASHRI RAK'AINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.

Artinya:
" Aku (niat) sholat sunnah qabliah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
Sholat sunnat qabliah maghrib
Sholat sunnat qabliah maghrib dikerjakan setelah masuk waktu sholat maghrib sebelum mengerjakan sholat maghrib , sebanyak dua rakaat. Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam sabda Nabi SAW yang artinya :

“ Sholatlah kalian dua rakaat sebelum mengerjakan sholat maghrib , Sholatlah kalian dua rakaat sebelum mengerjakan sholat maghrib , Sholatlah kalian dua rakaat sebelum mengerjakan sholat maghrib , bagi siapa saja yang mau “, (tetapi beiau tidak mengerjakannya) karena khawatir dijadikan sebagai kebiasaan oleh manusia”. ( HR Imam Bukhari dan Abu Dawud, bersumber dari Abdullah Al Muzani ra )

Adapun lafazh niat sholat sunnat qabliah Maghrib itu adalah :


USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAINl QAB-LIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.

Artinya: " .'
"Aku (niat) sholat sunnah qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'alar


Sholat sunnat qabliah isya
Sholat sunnat qabliah isya dikerjakan sebelummengerjakan sholat isya sebanyak empat rakaat atau enam rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud yang bersumber dari Sayyidah Aisyah ra. Katanya : “ Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mengerjakan sholat qabliah isya, melainkan beliau masuk rumahnya terlebih dahulu untuk mengerjakan sholat empat rakaat atau enam rakaat sebelumnya” . Adapun lafazh niat sholat sunnat qabliah isya itu adalah sebagai berikut :



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiagkPtL8ddNgSePQ13s8vVvsKIYAaRA4-o-urVk64_1P5-ETObWtW6UcmTla9N8TWJtF5omGkxmOJ2fQ52ukQhAluTnVAcwt2Ycs4SLYY_ExHbPk-oCDZnwZNPKVSMzbQIcWCFKES16MC6/s400/139+d.JPGUSHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.
Artinya:
"Aku (niat) sholat sunnah qabliyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala



III. Doa sesudah sholat sunnat rawatib

Setiap selesai mengerjakan sholat , baik sholat fardhu maupun sholat sunnat hendaknya kita memperbanyak berzikirdan berdoa kepada Allah SWT. Kaerena waktu sesudah sholat adalah salah satu dari waktu waktu yang mustajab untuk berdoa memohon kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangga , dunia dan akhirat sebagaimana berikut :


DALIL
Ada tiga hadits yang menjelaskan jumlah sholat sunnah rawatib beserta letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan sholat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain sholat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
2. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa sholat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum sholat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah sholat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum sholat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada sholat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan sholat sunnahnya di rumah.”

3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan sholat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)
Maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa sholat sunnah rawatib adalah:
a.       2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b.      2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c.       2 rakaat setelah zuhur
d.      4 rakaat sebelum ashar
e.       2 rakaat setelah jumat.
f.       2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g.      2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
Lalu apa hukum sholat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada sholat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.”(HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada sholat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk sholat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sholat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no. 1367)
Adapun sholat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya sholat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.
HIKMAH
Keutamaan Sholat Rawatib
Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat sunnah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga”. Ummu Habibah berkata: saya tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah. ‘Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim no. 728)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)
Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.
Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur, dia berkata: saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka”. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)



Adapun niat dalam sholat sunnah rawatib tersebut, berikut ini :
Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Dzuhur :
Sebelum Dzuhur
USHOLLI.. SUNNATAD-DZHUHRI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sebelum Dzuhur dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}

Bacaan Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Dzuhur :
USHOLLI.. SUNNATAD-ZHUHRI RAK’ATAINl “BA’DIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sesudah Dzuhur dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Ashar :
USHOLLI.. SUNNATAL ‘ASHRI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sebelum Ashar dua raka’at , karena Allah Ta’ala.. “}

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Maghrib :
USHOLLI.. SUNNATAL MAGHRIBI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}

Bacaan Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Maghrib :
USHOLLI.. SUNNATAL MAGHRIBI RAK’ATAINl “BA’DIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sesudah Maghrib dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}

t sunnah sebelum Isya’ dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}


Bacaan Niat Sholat Sunnah Qabliyyah (Sebelum) Sholat Isya’ :
Sebelum Isya'
USHOLLI.. SUNNATAL ISYAA’I RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat shola tsunnah sebelum Isya’ dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}



Bacaan Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Isya’ :
USHOLLI.. SUNNATAL ISYAA’I RAK’ATAINl “BA’DIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sesudah Isya’ dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}

Bacaan Niat Sholat Sunnah Qobliyah Sebelum Sholat Subuh :
USHOLLI.. SUNNATAS – SHUBHI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya : {” Saya niat sholat sunnah sebelum Subuh dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}



Tidak ada komentar:

Posting Komentar