I. Pengertian
sholat sunnah rawatib
Sholat sunnah rawatib adalah
sholat sunnat yang mengikuti atau mengiringi sholat fardhu lima waktu dan
merupakan sholat sunnat yang senantiasa dikerjakan oleh Rosulullah SAW baik
sebelum sholat fardhu maupun sesudah sholat fardhu.
sholat sunnah rawatib itu sendiri jika dilihat dari segi waktu mengerjakannya, maka dapat di bagi menjadi dua yaitu sholat sunnat rawatib Qobliyah dan sholat sunnat rawatib Ba’diyah. Dan jika dilihat dari segi hukumnya, maka sholat sunnat rawatib dapat dibagi menjadi dua yaitu sunnat rawatib mu’akkad dan rawatib ghoiru mu’akkad.
II.
Macam macam sholat sunnat rawatib
Sholat
sunnat rawatib mu’akkad
Sholat
sunnat rawatib muakkad adalah sholat sunnat yang sangat dianjurkan untuk
dikerjakan. Berikut ini adalah yang termasuk dalam sholat sunnat rawatib
mu’akkad :
Dua
rakaat sebelum sholat Zhuhur
Dua
rakaat sesudah sholat Zhuhur
Dua
rakaat sesudah sholat Maghrib
Dua
rakaat sesudah sholat isya’
Dua
rakaat sebelum sholat shubuh
Dua
rakaat sesudah sholat Jum’at
Hal
ini sebagaimana yang telah diterangkan oleh Rasulullah SAW di dalam sabdanya
yang telah di riwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umam ra. Yaitu
:
“
Saya menghafalkan 10 rakaat ( sholat sunnat ) dari Nabi SAW yaitu dua rakaat
qobliyah (sebelum) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) Zhuhur, dua rakaat
ba’diyah (sesudah) maghrib di rumahnya, dua rakaat ba’diyah (sesudah) isya’ di
rumahnya, dan dua rakaat sebelum sholat subuh “ ( HR Imam Bukhari dan Muslim
dan riwayat lain dari dua rawi tersebut yaitu disebutkn “ Dan dua rakaat
ba’diyah jumat di rumahnya”. )
Berdasarkan
sabda Rasulullah tersebut maka jelaslh bahwa sholat sunnat rawatib paling utama
itu adalah di kerjakan di dalam rumah. Sebagaimana yang telah di jelaskan oleh
Rasulullah SAW di dalam sabdanya yang artinya :
“Sholatlah
kamu di rumahmu , sesungguhnya sholat yang paling utama adalah sholat seseorang
yang dikerjakan di rumahnya kecuali sholat fardhu “.
Secara
umum sholat sunnat rawatib memiliki banyak keistimewaan atau keutamaan dan
manfaat yang sangat besar sekali. Yaitu sebagaimana yang telah diterangkan
dalam sabda rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu majjah yang artinya
sebagai berikut :
“
Sesungguhnya perkara yang pertama kali yang akan diperhitunhkan adalah dari
seorang hamba muslim pada hari kiamat (nanti) adalah sholat fardhunya. Jika ia
melakukannya dengan sempurna maka sempurnalah semu amal perbuatannya. Tetapi
jika tidak, dikatakan (kepada para malaikat) “Perhatikanlah apakah ia
mengerjakan dari salah satu sholat sunnat (rawatibnya). Jika ia mengerjakan sholat
sunnat (rawatibnya) sholat fardhunya menjadi sempurnakarena sholat sunnat
(rawatibnya). Kemudian seluruh amal fardhunya diperlakukan seperti itu pula”.
Dan
untuk lebih jelasnya lagi mengenai sholat sunnat Rawatib yang termasuk dalam
sunnat muakkad, maka disini akan kami uraikan secara sngkat satu per satu.
Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)
Sholat
sunnat Qobliyah subuh
Sholat sunnat
qobliyah subuh itu memiliki keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar sekali
, yaitu bagi orang yang mau mengerjakannya akan mendapatkan pahala yang sangat
besar sekali. Dimana kebesaran itu lebih baik dari bumi dan seluruh isinya.
Sebagaimana yang telah di tegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.
Sholat
sunnat rawatib Qobliyah subuh ini dikerjakan dengan dua rakaat sebelum
melakukan sholat subuh ( setelah masuk waktu sholat subuh ). Dan mengenai cara
mengeerjakannya, itu sama saja dengan mengerjakan sholat fardhu ataupun sholat sholat
lainnya baik gerakannya maupun bacaanya. Hanya saja niatnya saja yang berbeda.
Adapun surat yang dibaca pada rakaatnya tidak ditentukan secara resmi, akan
tetapi lebih baik jika membaca surat alkaafirun pada rakaat pertama dan sutar
al ikhlas pada rakaat ke-duanya. Adapun lafadz niat sholat sunnat rawatib
qobliyah subuh yaitu :
USHALLII
SUNNATASH SHUBHI RAK'ATAINI QABLIY-YATAN LILLAAHI
TA'AALAA. Artinya:"Aku (niat) sholat sunnah qabliyyah subuh 2 rakaat,
karena Allah Ta'ala."
Sholat
sunnat Qobliyah Zhuhur
Sama
halnya dengan sholat sunnat Qobliyah subuh, sholat sunnat qobliyah zhuhur pun
meiliki banyak keistimewaan dan keutamaan. Diantaranya yaitu :
Bagi
yang mau melaksanakan sholat sunnat qobliyah zhuhur sebanyak empat rakaat dan
di ikuti empat rakaat sesudahnya, maka ia akan di jauhkan oleh Allah SWT oleh
siksa api neraka. Sebagaimana yang telah di terangkan oleh Rasulullah SAW di
dalm sabdanya.
Dapat
menjadikan amal sholeh yang akan segera naik ke langit. Karena pada waktu itu
yaitu waktu dimana matahari mulai tergelincir pintu pintu langit di buka.
Sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang
artinya :
“
bahwa Rasulullah SAW biasa mengerjakan sholat 4 rakaat setelah matahari tergelincir
sebelum sholat zhuhur dan beliau bersabda : sesungguhnya inilah saatnya, pintu
pintu langit dibuka, maka dari itu aku ingin agar yang naik dari diriku pada
saat ini adalah amal yang shalih “ ( HR imam Tarmidzi dai Abdullah bin Saib ra
)
Bagi
seseorang yang senantiasa mengerjakan sholat sunnat qobliyah zhuhur empat
rakaat maka ia akan mendapat pahala seperti pahala mengerjakan sholat sunnat
tahajjud. Adapun lafadz niat sholat sunnat qobliyah zhuhur sebagai berikut
:
USHALLII
SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl QABLIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA, Artinya:Aku
(niat) sholat sunnah qabliyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
Sholat
sunnat ba’diyah zhuhur
Sholat
sunnat ba’diyah zhuhur memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan seperti
halnya mengerjakan sholat sunnat qobliyah zhuhur. Yaitu seseorang yang
senantiasa mengerjakan empat rakaat sholat sunnat ba’diyah zhuhur maka ia akan
dijauhkan oleh Allah SWT dari siksa api neraka. Sebagaimana yang dijelaskan
oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya :
“
Barang siapa yang menetapi dengan baik sholat 4 rakaat sebelum zhuhur dan 4
rakaat sesudahnya maka Allah mengharankannya dari api neraka “ ( HR Imam
tarmidzi, Abu awud, Ibnu Majjah, dan Imam Nasa’i bersumber dari Ummu Habibah )
Sholat
sunnat Ba’diyah Zhuhur ini dikerjakan dengan dua rakaat atau empat rakaat
setelah mengerjakan sholat zhuhur. Namun bagi yang mengerjakan sholat jum’at ,
maka sholat ba’diyah zhuhurnya diganti dengan sholat ba’diyah
jum’at. Adapun niat sholat sunnat ba’diyah zuhur yaitu sebagai berikut :
USHALLII
SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA. Artinya: '
'"Aku (niat) sholat sunnah ba'diyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah
Ta'ala."
Sholat
sunnat Ba’diyah Maghrib
Sholat
sunnat ba’diyah maghrib dikerjakan setelah memasuki waktu sholat maghrib
setelah sholat maghrib. Sholat sunnat ba’diyah maghrib dikerjakan sebanyak dua
rakaat dan ang lebih utama dikerjakan di rumah. Sebagaimana yang telah
diterangkan dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim
bersumber dari Ibnu Umar ra katanya :
“
Saya menghafalkan 10 rakaat ( sholat sunnat ) dari Nabi SAW yaitu dua rakaat
qobliyah (sebelum) Zhuhur, dua rakaat ba’diyah (sesudah) Zhuhur, dua rakaat
ba’diyah (sesudah) maghrib di rumahnya, dua rakaat ba’diyah (sesudah) isya’ di
rumahnya, dan dua rakaat sebelum sholat subuh “ ( HR Imam Bukhari dan Muslim
dan riwayat lain dari dua rawi tersebut yaitu disebutkn “ Dan dua rakaat
ba’diyah jumat di rumahnya”. )
Adapun
lafadz niat sholat sunnat ba’diyah maghrib adalah sebagai berikut :
USHALLII
SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAIN BA'DIYYATAN LILLAAHI
TA'AALAA. Artinya:"Aku (niat) sholat sunnah ba'diyyah maghrib 2
rakaat, karena Allah Ta'ala."
Sholat
sunnat ba’diyah ‘Isya
Sholat
sunnat ba’diyah ‘Isya dilaksanakan setelah mengerjakan sholat fardhu ‘isya
sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Dimana mengerjakan sholat badiah isya
itu mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar. Yaitu bagi orang
orang yang senantiasa mengerjakannya akan mendapat pahala seperti pahalanya
orang yang mengerjakan sholat tahajjud pada malam lailatul qodar.
Sebagaimana
sabda Nabi SAW yang artinya :
“
Barang siapa yang mengerjakan sholat 4 rakaat sebelum shlat ahuhur , dia
seperti mengerjakan sholat tahajjud pada malam hari, dan barang siapa yang
mengerjakan sholat 4 rakaat sesudah sholat isya dia seperti mengerjakan sholat
tahajjud pada malam lailatul qodar.” (HR Imam Sa’id bin Mansur, dan Al Barra’
bin Azib ra )
Adapun
lafadz niat sholat sunnat ba’diah isya itu adalah sebagai berikut :
USHALLII
SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI
TA'AALAA. Artinya:"Aku (mat) sholat sunnah ba'diyyah isya 2 rakaat,
karena Allah Ta'ala."
Sholat
sunnat ba’diyah jum’at
Sholat
sunnat ba’diah jumat dikerjakan setelah mengerjkan sholat jumat. Sholat
ba’diyah jumat ini paling utama dikerjakan di rumah sebanyak dua rakaat atau
empat rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Nabi SAW yang
artinya sebagai beikut :
“
Bahwa Nabi SAW biasa mengerjakan dua rakaat sesudah sholat jumat di rumahnya. “
(HR Jama’ah)
Adapun
lafadz niat sholat sunnat jum’at sebagai berikut :
USHALLII
SUNNATAL JUM'ATI RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya:"Aku
(mat) sholat sunnah ba'diyyah Jumat 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
SHOLAT
SUNNAT RAWATIB GHOIRU MU’AKKAD
Sholat
sunnat rawatib ghoiru mu’akkad adalah sholat sunnat yang tidk begitu diutmkan
atau tidak dianjurkan untuk dikerjakan. Memang sholat sunnat Rawatib Ghoiru
Muakkad ini mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang besar sebagaimana yang
sunnat muakkad , namun tidak sebesar atau seutama yang sunnat muakkad.
Adapun
yang termasuk dalam bagian sholat sunnat rawatib ghoiru muakkad adalah :
Empat
rakaat sebelum sholat ashar
Dua
rakaat sebelum sholat maghrib dan
Empat
atau enam rakaat sebelum sholat isya
Dan
untuk lebih jelasnya lagi maka baiklah akan kami uraikan satu persatu
sebagaimana berikut :
Sholat
sunnat qobliah ashar
Sholat
sunnat qobliah ashar dilakukan setelah masuk waktu sholat ashar sebelum
mengerjakan sholat ashar sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Sebagaimana
yang telah diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dari sahabat Ali ra yang artinya :
“
Bahwa Nabi SAW biasa mengerjakan sholat sebelum melaksanakan sholat Ashar 2
rakaat “
Di
dalam sholat sunnat qabliah Ashar memiliki beberapa keistimewaan dan keutamaan
, diantaranya yaitu :
Bagi
eseorang yang selalu mengerjakannya sebanyak 4 rakaat, maka ai akan
diselamatkan dari siksa api neraka. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :
“
barang siapa yang mengerjakan sholat 4 rakaat sebelum mengerjakan sholat Ashar,
Allah haramkan tubuhnya dari api neraka. “
Akan
mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT orang yang selalu
mengerjakan empat rakaat qabliah ashar. Sebagaimana yang telah diterangkan
dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Admad, Abu Dawud dan Imam
Tarmidzi dari sahabat Ibnu Umar ra yang artinya :
“
Semoga Allah SWT memberi rahmat kepada orang yang mengerjakan sholat empat
rakaat sebelum sholat Ashar “
Adapun
lafazh niat sholat sunnat qabliah Ashar adalah sebagai berikut :

USHALLI
SUNNATAL 'ASHRI RAK'AINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.
Artinya:
"
Aku (niat) sholat sunnah qabliah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
Sholat
sunnat qabliah maghrib
Sholat
sunnat qabliah maghrib dikerjakan setelah masuk waktu sholat maghrib sebelum
mengerjakan sholat maghrib , sebanyak dua rakaat. Sebagaimana yang telah
dijelaskan di dalam sabda Nabi SAW yang artinya :
“
Sholatlah kalian dua rakaat sebelum mengerjakan sholat maghrib , Sholatlah
kalian dua rakaat sebelum mengerjakan sholat maghrib , Sholatlah kalian dua
rakaat sebelum mengerjakan sholat maghrib , bagi siapa saja yang mau “, (tetapi
beiau tidak mengerjakannya) karena khawatir dijadikan sebagai kebiasaan oleh
manusia”. ( HR Imam Bukhari dan Abu Dawud, bersumber dari Abdullah Al Muzani ra
)
Adapun
lafazh niat sholat sunnat qabliah Maghrib itu adalah :
USHALLII
SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAINl QAB-LIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya:
" .'
"Aku
(niat) sholat sunnah qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'alar
Sholat
sunnat qabliah isya
Sholat
sunnat qabliah isya dikerjakan sebelummengerjakan sholat isya sebanyak empat
rakaat atau enam rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadits
Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud yang bersumber
dari Sayyidah Aisyah ra. Katanya : “ Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah
mengerjakan sholat qabliah isya, melainkan beliau masuk rumahnya terlebih
dahulu untuk mengerjakan sholat empat rakaat atau enam rakaat sebelumnya” .
Adapun lafazh niat sholat sunnat qabliah isya itu adalah sebagai berikut :
USHALLII
SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.Artinya:
"Aku (niat) sholat sunnah qabliyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala
III.
Doa sesudah sholat sunnat rawatib
Setiap
selesai mengerjakan sholat , baik sholat fardhu maupun sholat sunnat hendaknya
kita memperbanyak berzikirdan berdoa kepada Allah SWT. Kaerena waktu sesudah sholat
adalah salah satu dari waktu waktu yang mustajab untuk berdoa memohon
kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangga , dunia dan akhirat sebagaimana
berikut :
DALIL
Ada
tiga hadits yang menjelaskan jumlah sholat sunnah rawatib beserta
letak-letaknya:
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan sholat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain sholat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
1. Dari Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim mendirikan sholat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain sholat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dan dalam riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai, ditafsirkan ke-12 rakaat tersebut. Beliau bersabda:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
2.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu dia berkata:
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa sholat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum sholat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah sholat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum sholat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada sholat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan sholat sunnahnya di rumah.”
3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan sholat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)
حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ
“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa sholat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum sholat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah sholat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum sholat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729)
Dalam sebuah riwayat keduanya, “Dua rakaat setelah jumat.”
Dalam riwayat Muslim, “Adapun pada sholat maghrib, isya, dan jum’at, maka Nabi r mengerjakan sholat sunnahnya di rumah.”
3. Dari Ibnu Umar dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengerjakan sholat (sunnah) empat raka’at sebelum Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1271 dan At-Tirmizi no. 430)
Maka
dari sini kita bisa mengetahui bahwa sholat sunnah rawatib adalah:
a. 2
rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2
rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2
rakaat setelah zuhur
d. 4
rakaat sebelum ashar
e. 2
rakaat setelah jumat.
f. 2
rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2
rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
Lalu
apa hukum sholat sunnah setelah subuh, sebelum jumat, setelah ashar, sebelum
maghrib, dan sebelum isya?
Jawab:
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
Adapun dua rakaat sebelum maghrib dan sebelum isya, maka dia tetap disunnahkan dengan dalil umum:
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ
“Di
antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada sholat (sunnah).” Beliau
mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda,
“Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.”(HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim
no. 1384)
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada sholat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk sholat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
Adapun setelah subuh dan ashar, maka tidak ada sholat sunnah rawatib saat itu. Bahkan terlarang untuk sholat sunnah mutlak pada waktu itu, karena kedua waktu itu termasuk dari lima waktu terlarang.
Dari Ibnu ‘Abbas dia berkata:
شَهِدَ
عِنْدِي رِجَالٌ مَرْضِيُّونَ وَأَرْضَاهُمْ عِنْدِي عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ
الشَّمْسُ وَبَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ
“Orang-orang
yang diridlai mempersaksikan kepadaku dan di antara mereka yang paling aku
ridhai adalah ‘Umar, (mereka semua mengatakan) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam melarang sholat setelah Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah
‘Ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Al-Bukhari no. 547 dan Muslim no.
1367)
Adapun sholat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya sholat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.
Adapun sholat sunnah sebelum jumat, maka pendapat yang rajih adalah tidak disunnahkan. Insya Allah mengenai tidak disyariatkannya sholat sunnah sebelum jumat akan datang pembahasannya tersendiri, wallahu Ta’ala a’lam.
HIKMAH
Keutamaan
Sholat Rawatib
Ummu
Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan
sholat sunnah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada
siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga”. Ummu Habibah
berkata: saya tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak
mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata: Maka saya tidak pernah
meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah. ‘Amru bin
Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits
tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah
meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR.
Muslim no. 728)
‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah
rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan
seisinya”. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku
cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)
Adapun
sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara sholat
sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah
meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.
Ummu
Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur,
dia berkata: saya mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat
sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka”. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no.
1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)
Adapun
niat dalam sholat sunnah rawatib tersebut, berikut ini :
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Dzuhur :

USHOLLI..
SUNNATAD-DZHUHRI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sebelum Dzuhur dua raka’at, karena Allah
Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Dzuhur :
USHOLLI..
SUNNATAD-ZHUHRI RAK’ATAINl “BA’DIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sesudah Dzuhur dua raka’at, karena Allah
Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Ashar :
USHOLLI..
SUNNATAL ‘ASHRI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sebelum Ashar dua raka’at , karena Allah
Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Qabliyah (Sebelum) Sholat Maghrib :
USHOLLI..
SUNNATAL MAGHRIBI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sebelum Maghrib dua raka’at, karena Allah
Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Maghrib :
USHOLLI..
SUNNATAL MAGHRIBI RAK’ATAINl “BA’DIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sesudah Maghrib dua raka’at, karena Allah
Ta’ala.. “}
t
sunnah sebelum Isya’ dua raka’at, karena Allah Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Qabliyyah (Sebelum) Sholat Isya’ :

USHOLLI..
SUNNATAL ISYAA’I RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat shola tsunnah sebelum Isya’ dua raka’at, karena
Allah Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Ba’diyah (Sesudah) Sholat Isya’ :
USHOLLI..
SUNNATAL ISYAA’I RAK’ATAINl “BA’DIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sesudah Isya’ dua raka’at, karena Allah
Ta’ala.. “}
Bacaan
Niat Sholat Sunnah Qobliyah Sebelum Sholat Subuh :
USHOLLI..
SUNNATAS – SHUBHI RAK’ATAINl “QABLIYYATAN” LILLAAHI-TA’AALA..
Artinya
: {” Saya niat sholat sunnah sebelum Subuh dua raka’at, karena Allah
Ta’ala.. “}

Tidak ada komentar:
Posting Komentar