Karakteristik Media Pembelajaran
Media
pembelajaran merupakan komponen intruksional yang melliputi pesan, orang, dan
peralatan. Menurut syaifulbahri djamarah dan aswan zain, media merupakan wahana
penyalur informasi belajar atau informasi pesan. Dalam perkembangannya media
pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi.
Berdasarkan
perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan
kedalam
empat kelompok yaitu:
1.
Media
Hasil Teknologi Cetak
Teknologi
cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan
materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau
photografis. Kelompok media hasil teknologi cetak antara lain: teks, grafik,
foto atau representasi fotografik. karakteristik media hasil cetak:
a. Teks
dibaca secara linear
b. Menampilkan
komonikasi secarasatu arah dan reseptif
c. Ditampilkan
secara statis atau diam
d. Pengembangannya
sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan
e. Berorientasi
atau berpusat pada siswa.
Pendekatan
yang berorientasi pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan
pada ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedang lembaga pendidikan
dan para pengajar berfungsi dan berperan sebagai penunjang saja. Sistem pendek atan
yang berorientasi pada siswa ini didesain sedemikian rupa, sehingga siswa dapat
belajar dengan sistem yang luwes yang diarahkan agar siswa dapat membenntuk
gaya belajarnya masingmasing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai
penunjang, fasilitator dan semangat pada siswa yang sedang belajar.
f. Informasi
dapat diatur atau ditata ulang oleh pemakai.
2.
Media
Hasil Teknologi Audio-Visual
Teknologi
audi-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan
elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual penyajian pengajaran
secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses
pembelajaran, seperti , mesin proyektor film, tape rekorder, proyektor visual
yang lebar.
Karakteristik
tersebut antara lain:
a. Bersifat
linear
b. Menyajikan
visual yang dinamis
c. Digunakan
dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya oleh perancang
d. Merupakan
representasi fisik dari gagasan real atau abstrak
e. Dikembangkan
menurut prinsip psikologis behafiorisme dan kognitif
f. Berorientasi
pada guru
Pendekatan
yang berorientasi pada guru atau lembaga adalah sistem pendidikan yang
konfensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh
para guru dan staf lembaga pendidikan. Dalam sistem ini guru mengkomunikasikan
pengethuannya kepada siswa dalam bentuk pokok bahasan dalam beberapa macam
bentuk silabus. Biasanya pembalajaran berlangsung dan selesai dalam jangka
waktu tertentu. Sedangkan metode mengajar
yang
dipakai tidak beragam bentuknya, biasanya menggunakan metode ceramah dengan
pertemuan tatap muka (face to face).
3.
Media
Hasil Teknologi yang Berdasarkan Komputer
Teknologi
berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan
menggunakan sumber-suber yang berbasis microprosesor. Berbagai aplikasi
teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai komputer
assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila dilihat dari cara penyajian dan
tujuan yang ingin dicapai meliputi tutorial, penyajian materi secara bertahap, drills and practice latihan untuk
membantu siswa menguasai materi yang telah dipelajari sebelumnya, permainan dan
simulasi (latihan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari
dari, dan basis data sumber yang dapat membantu siswa menambah informasi dan
pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing).
Karakteristik
media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, yakni:
a. Dapat
digunakan secara acak, non-sekuensial atau secara linear
b. Dapat
digunakan sesuai keinginan siswa atau perancang
c. Gagasan
disajikan dalam gaya abstrak dengan simbol dan grafik
d. Prinsip-prinsip
ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
e. Berorientasi
pada siswa dan melibatkan interaktifitas siswa yang tinggi.
4.
Media
Hasil Gabungan Teknologi Cetak dan Teknologi Komputer
Teknologi
gabungan adalah cara unntuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang
menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer.
Komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memori
yang besar, hard disk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah
dengan pararel (alat-alat tambahan), seperti: vidio disk layer, perangkat keras
untuk bergabung dalam suatu jaringan dan sistem audio.
Karakteristik
media hasil gabungan, yaitu:
a. Dapat
digunakan secara acak, sekuensial, linear
b. Dapat
digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan
oleh perancangnya
c. Gagasan
disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang
relefan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa
d. Prinsip
ilmu kognitif dan konstruktifisme ditetapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran
e. Pembelajaran
ditata dan terpusat pada lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika
pengetahuan itu digunakan
f. Bahan-bahan
pelajaran melibatkan interaktif siswa
g. Bahan-bahan
pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.
Selain
pembagian itu ada lagi pembagian media pembelajaran menurut jenis, daya liput,
dan bahannya.
1.
Dilihat
dari jenisnya, media terbagi menjadi:
a.
Media
Auditif
Media yang hanya mengandalkan suara saja
seperti radio,kaset recorder, piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk orang
tuli atau mempunyai kelainan pendengaran.
b.
Media
Visual
Media yang hanya mengandalkan indera
penglihatan. Media ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip,
slides, foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan
gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
c.
Media
audio visual
Media yang mempunyai unsur suara dan
unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena
meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi dalam:
1. Audio visual murni
yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar derasal dari satu sumber seperti
video kaset
2. Audio visual tidak murni
yaitu unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda.
Misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor
dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.
2.
Dilihat
dari daya liputnya, media terbagi menjadi:
a. media
dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh
tempat dan ruang serta dapat menjangkaujumlah anak didik yang banyak dalam
waktu yang sama, seperti: radio dan televisi serta internet.
b. Media
dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat media ini dalam penggunaannya
membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film sound slides film
rangkai, yang harus menggunakan empat tertutup dan gelap.
c. Media
untuk pembelajaran invidual Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri termasuk
media ini adalh modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
3.
Dilihat
dari bahan-bahannya, media terbagi menjadi:
a. Media
sederhana
Media ini bahan
dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya
tidak sulit.
b. Media
kompleks
Media
ini adalah media yang bahan dasarnya kompleks sulit didapat serta mahal harganya,
sulit membuatnya, dan penggunaanya memerlukan keterampilan yang memadai.
Meskipun
dalam penggunaannya jenis-jenis teknologi dan media sangat dibutuhkan guru dan
siswa dalam membantu kegiatan pembelajaran, namun secara'umum terdapat beberapa
kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya.
Kelebihan
atau kegunaan media pembelajaran yaitu:
1. Memperjelas
penyajian pesanagar tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam bentuk kata-kata,
tertulis atau lisan belaka)
2. Mengatasi
perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
a. Objek
yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau model
b. Obyek
yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar
c. Gerak
yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high
speed photografi
d. Kejadian
atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video,
film bingkai, foto maupun secara verbal
e. Obyek
yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll.
f. Konsep
yang terlalu luas (gunung ber api, gempa bumi, iklim dll) dapat divisualkan
dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
3. Dengan
menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik
dapat diatasi. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
a. Menimbulkan
kegairahan belajar
b. Memungkinkan
interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
c. Memungkinkan
anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
Dengan
sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman
yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap
siswa,maka guru akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri.
Apalagi bila latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa
diatasi dengan media yang berbeda dengan kemampuan dalam:
a. Memberikan
perangsang yang sama
b. Mempersamakan
pengalaman c.Menimbulkan persepsi yang sama.
Ada
beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran visual antara lain
terlalu menekankan bahan-bahan visualnya sendiri dengan tidak menghiraukan
kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain,pengembangan,produksi,
evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan visual. Disamping itu juga, bahan visual
dipandang sebagai alat bantu semata bagi guru dalam proses pembelajaran
sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran dan alat bantu tersebut diabaikan.
Kelemahan audio visual:terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada
proses pengembangannya dan tetap memandang materi audio visual sebagai alat bantu
guru dalam proses pembelajaran.
D. Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan
Media Belajar
Ada
sejumlah faktor yang perlu anda pertimbangkan dalam memilih, mengembangkan, dan
menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar. Dasar pemilihan media dan
sumber belajar sangatlah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau
mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc. Conel (1974) mengatakan bila
media itu sesuai pakailah, if the medium fits, use it! yang menjadi
pertanyaan adalah apa ukuran atau kriteria tersebut. Beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan media misalnya; tujuan instruksional yang ingin
dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan,
keadaan/latar kondisi setempat, dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani.
Pemilihan
media dan sumber belajar merupakan komponen dari sistem instruksional secara
keseluruhan. Oleh sebab itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui,
faktor-faktor lain seperti siswa, strategi belajar mengajar, organisasi
kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya perlu
dipertimbangkan.
Dick dan Carrey
menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya,
setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
1.
Ketersediaan sumber setempat, apabila tidak ada
maka harus dibeli atau dibuat sendiri
2.
Dana, tenaga, dan fasilitas dalam membeli atau
membuat sendiri
3.
Keluwesan, kepraktisan, dan ketahanan media
untuk waktu lama
4.
Efektivitas biaya dalam jangka waktu panjang.
5.
Pandai memilih media yang tepat.
Menurut
Degeng (1993), faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih,
mengembangkan, dan menggunakan media pembelajaran adalah:
ü Tujuan instruksional
Media
hendaknya dipilih yang dapat menunjang pencapaian tujuan instruksional yang
telah ditetapkan sebelumnya. Mungkin ada sejumlah alternative media yang dianggap
cocok untuk tujuan-tujuan itu. Sedapat mungkin pilihlah yang paling cocok.
Kecocokan banyak ditentukan oleh kesesuaian karakteristik tujuan dan
karakteristik media pembelajaran yang akan dipakai.
ü Keefektifan
Dari
beberapa alternative media yang sudah dipilih, mana yang dianggap paling
efektif (tepat guna) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan siswa. Apakah
media yang dipilih sudah sesuai dengan kemampuan, perbendaharaan pengalaman,
dan menarik perhatian siswa? Digunakan untuk siapa? Apakah secara individual
atau kelompok kecil, kelas atau massa? Untuk kegiatan tatap muka atau jarak
jauh?
ü Ketersediaan
Apakah
media yang diperlukan itu sudah tersedia? Kalau belum, apakah media itu dapat
diperoleh dengan mudah? Untuk tersedianya media ada beberapa alternatif yang
dapat diambil yaitu membuat sendiri, membuat bersama-sama siswa, meminjam,
menyewa, membeli dan mungkin dapat “dropping” dari pemerintah. Biaya pengadaan. Bila memerlukan biaya untuk
pengadaan media, apakah tersedia biaya untuk itu? Apakah yang dikeluarkan
seimbang dengan manfaat dan hasil penggunaannya? Adakah media lain yang mungkin
lebih murah, tetapi memiliki keefektifan setara?
ü Kualitas teknis
Apakah
media yang dipilih itu kualitasnya baik? Jika menggunakan media gambar
misalnya, apakah memenuhi syarat sebagai media pembelajaran? Bagaimana keadaan
daya tahan media yang dipilih itu?
Selanjutnya, ada, beberapa prinsip yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
v Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua
tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan instruksional tertentu, tetapi
mungkin tidak cocok untuk yang lain.
v Media adalah bagian integral dari proses belajar
mengajar. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat Bantu mengajar
guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses
belajar mengajar. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang
lain dalam perancangan instruksional (perencanaan pembelajaran). Tanpa alat
bantu mengajar mungkin pengajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media
pengajaran hal itu tidak akan terjadi.
v Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya
adalah untuk memudahkn belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah
dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
v Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan
pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan
mempunyai tujuan yang menyatu dengan instruksional yang sedang berlangsung. Pemilihan
media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan instruksional), tidak
didasarkan pada kesenangan pribadi.
v Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat
membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang
banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media
yang lain untuk tujuan yang lain pula.
v Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada
kekonkretan dan keabstrakannya. Media yang konkret, mungkin sukar untuk
dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan
pengertian yang tepat.
Adapun
landasan penggunaan media pembelajaran meliputi landasan psikologis, landasan
teknologis, dan landasan empirik. Landasan psikologis adalah penggunaan yang
didasarkan pada karakteristik dan perilaku siswa. Dan landasan teknologis
merupakan penggunaan yang didasarkan pada teknologi pembelajaran. Sedangkan
landasan empirik didasarkan pada berbagai temuan yang menunjukkan bahwa ada
interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa
dalam menentukan hasil belajar siswa.
Sudono (2000)
mengatakan, dalam pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran, yang perlu
diperhatikan adalah media pembelajaran untuk perkembangan emosi dan sosial
anak, motorik halus, motorik kasar, berbahasa, persepsi penglihatan (pengamatan
dan ingatan), persepsi pendengaran, dan keterampilan berpikir.
Menurut
Degeng, dkk (1993), pemilihan dan penggunaan sumber belajar haruslah didasarkan
pada hal-hal berikut ini:
1. Analisis karakteristik siswa.
2. Adanya tujuan dan isi instruksional.
3. Adanya strategi pengorganisasian pembelajaran.
4. Adanya strategi penyampaian.
5. Adanya strategi pengelolaan pembelajaran.
6. Adanya pengembangan prosedur pengukuran hasil
pembelajaran.
Sedangkan menurut Sudono (2000), pemilihan dan
pemanfaatan sumber belajar harus memperhatikan lingkungan terdekat dengan anak,
ruang sumber belajar, serta media cetak dan perpustakaan. Hakikat dari
pemilihan media ini pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai, tidak
memakai, atau mengadaptasi media yang bersangkutan.
Prinsip-prinsip
umum untuk merancang atau mendesain media adalah sebagai berikut:
1.
Prinsip-prinsip umum
a) Kesederhanaan
Bentuk
media ini harus ringkas, sederhana dan dibatasi pada hal-hal yang penting saja.
Konsepnya harus tergambar dengan jelas serta mudah dipahami. Tulisan cukup
jelas, sederhana dan mudah dibaca. Hindarilah bentuk tulisan yang artistik,
karena tidak setiap orang bisa membacanya.
b) Kesatuan
Prinsip
kesatuan ini adalah hubungan yang ada diantara unsur-unsur visual dalam
kesatuan fungsinya secara keseluruhan. Bentuk kesatuan ini dapat dinyatakan
dengan unsur-unsur yang saling menunjang, atau dengan menggunakan
petunjuk seperti anak panah atau alat-alat visual seperti garis, bentuk, warna,
tekstur, dan ruang yang dilukiskan dalam satu halaman.
c)
Penekanan
Walaupun media ditunjukkan dengan gagasan tunggal,
dikembangkan secara sederhana, merupakan satu kesatuan, sering diperlukan
penekanan pada bagian-bagian tertentu untuk memusatkan minat dan perhatian.
Penekanan tersebut dapat ditunjukkan melalui penggunaan ukuran tertentu, gambar
perspektif atau dengan warna tertentu pada unsur yang paling penting.
d)
Keseimbangan
Ada dua jenis keseimbangan, yaitu formal dan informal.
Keseimbangan formal dapat ditunjukkan dengan adanya pembagian secara simetris,
bentuk ini terkesan statis. Sebaliknya keseimbangan informal, bentuknya tidak
simetris, bentuk ini lebih dinamis dan menarik perhatian. Maka dibutuhkan
imaginasi dan kreativitas dari guru.
Berikut ini beberapa
prinsip yang harus diperhatikan saat guru memilih media untuk pembelajaran yang
akan dilaksanakannya:
1.
Efektivitas Media
Pembelajaran
Prinsip utama pemilihan media pembelajaran
adalah efektivitas media pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran serta
efektivitasnya dalam membantu siswa memahami materi pembelajaran yang akan
disajikan. Guru harus menimbang-nimbang apakah suatu media pembelajaran yang
akan digunakan lebih efektif bila dibandingkan dengan media yang lain.
Misalnya, pada pembelajaran IPA di SD tentang terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan, siswa perlu memahami posisi matahari, bumi, dan bulan saat melalukan peredaran. Contoh media dalam pembelajaran pada materi ini yang tersedia di sekolah misalnya media pembelajaran berupa gambar dalam bentuk charta dan alat peraga 3 dimensi berupa model peredaran matahari, bumi dan bulan. Guru dalam hal ini memperhitungkan sejauh dan sedalam apa siswa akan belajar jika menggunakan media pembelajaran berupa gambar, dan sejauh serta sedalam apa siswa akan belajar bila media yang digunakan adalah model peredaran matahari, bumi dan bulan. Media dalam pembelajaran yang seharusnya dipilih dapat dilihat dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta materi pembelajaran yang diajarkan. Bila guru hanya menginginkan siswa mengetahui posisi matahari, bumi, dan bulan yang segaris, maka media pembelajaran berupa gambar mungkin akan lebih mudah dipahami siswa. Tetapi jika guru ingin siswa mengetahui proses terjadinya gerhana, maka model peredaran matahari, bumi dan bulan tentau lebih baik untuk digunakan.
Misalnya, pada pembelajaran IPA di SD tentang terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan, siswa perlu memahami posisi matahari, bumi, dan bulan saat melalukan peredaran. Contoh media dalam pembelajaran pada materi ini yang tersedia di sekolah misalnya media pembelajaran berupa gambar dalam bentuk charta dan alat peraga 3 dimensi berupa model peredaran matahari, bumi dan bulan. Guru dalam hal ini memperhitungkan sejauh dan sedalam apa siswa akan belajar jika menggunakan media pembelajaran berupa gambar, dan sejauh serta sedalam apa siswa akan belajar bila media yang digunakan adalah model peredaran matahari, bumi dan bulan. Media dalam pembelajaran yang seharusnya dipilih dapat dilihat dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta materi pembelajaran yang diajarkan. Bila guru hanya menginginkan siswa mengetahui posisi matahari, bumi, dan bulan yang segaris, maka media pembelajaran berupa gambar mungkin akan lebih mudah dipahami siswa. Tetapi jika guru ingin siswa mengetahui proses terjadinya gerhana, maka model peredaran matahari, bumi dan bulan tentau lebih baik untuk digunakan.
Selain itu makna efektivitas juga berkaitan
dengan biaya yang harus dikeluarkan saat sebuah media pembelajaran dipilih
untuk digunakan. Guru bisa mempertimbangkan, apakah biaya yang digunakan untuk
menggunakan media pembelajaran tertentu sebanding dengan hasil pembelajaran
yang akan diperoleh siswa.
2.
Taraf Berpikir Siswa
Media pembelajaran juga harus dipilih
berdasarkan prinsip taraf berpikir siswa. Benda-benda yang bersifat konkret
lebih baik digunakan sebagai media pembelajaran bila dibandingkan media yang
lebih abstrak. Demikian pula media pembelajaran yang kompleks dari segi
struktur atau tampilan akan lebih sulit dipahami dibanding media pembelajaran
yang sederhana. Contoh media
pembelajaran di SD untuk struktur organ-organ dalam tubuh manusia
haruslah tidak serumit media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA. Media pembelajaran
yang sering digunakan untuk materi ini misalnya torso (model 3 dimensi) atau
gambar. Walaupun sama-sama menggunakan gambar atau torso, tetapi tingkat
kerumitan (kompleksitas) gambar dan torso harus dibedakan. Media pembelajaran
di SD tentunya tidak boleh serinci media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA.
Jika tingkat kerumitan dan kompleksitas media
pembelajaran tidak disesuaikan dengan taraf berpikir siswa maka bisa berakibat
siswa bukannya makin mudah memahami, alih-alih semakin bingung dan tidak fokus
pada tujuan dan materi pembelajaran hingga tidak dapat memperoleh hasil
pembelajaran yang diharapkan.
3.
Interaktivitas Media
Pembelajaran
Prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam
pemilihan media dalam pembelajaran di kelas adalah interaktivitas. Seberapa
besar kemungkinan siswa dapat berinteraksi dengan media pembelajaran? Makin
interaktif media, makin bagus media pembelajaran itu karena lebih mendorong
siswa untukterlibat aktif dalam belajar.. Misalnya, saat mengajar materi
tentang operasi hitung bilangan bulat, contoh media dalam pembelajaran di SD
yang dapat digunakan adalah video tentang bagaimana cara melakukan operasi
hitung bilangan bulat atau guru dapat juga menggunakan media pembelajaran
multimedia interaktif pembelajaran mandiri tentang operasi hitung bilangan
bulat. Bila siswa diberikan tontonan video, tentunya interaksi yang terjadi
antara siswa dengan media pembelajaran hanya satu arah saja: dari media ke
siswa. Sedangkan bila menggunakan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif
yang dioperasikan pada sebuah komputer, maka interaksi siswa dengan media tentu
lebih tinggi. Dalam hal ini, maka media yang paling cocok untuk dipilih adalah
media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif.
4.
Ketersediaan Media
Pembelajaran
Guru boleh saja berangan-angan menggunakan
media pembelajaran yang sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran,
sesuai dengan materi pelajaran, dan interaktivitasnya tinggi. Tetapi jika media
yang sedemikian tidak tersedia, tentu juga sia-sia. Media yang dipilih saat
merancang pembelajaran secara logis sudah tersedia di sekolah, atau paling
tidak bila tidak dimiliki masih dapat diperoleh dengan mudah, misalnya dengan
meminjam atau membuat sendiri. Jumlah media yang akan digunakan juga harus
diperhitungkan dengan jumlah siswa di kelas. Bila media pembelajaran digunakan
bukan secara klasikal, tetapi secara berkelompok atau individual, maka jumlah
media pembelajaran yang tersedia harus mencukupi.
5.
Minat Siswa Terhadap
Media Pembelajaran
Penting sekali bagi guru untuk memperhatikan
prinsip pemilihan media yang satu ini: minat siswa.Sebuah media pembelajaran
sangat berpengaruh pada minat siswa. Ada media-media pembelajaran yang dapat
membangkitkan minat siswa jauh lebih baik bila dibanding menggunakan media
pembelajaran lain. Misalnya, pada pembelajaran Bahasa Indonesia contoh media pembelajaran di SD yang
digunakan untuk mengajarkan jenis-jenis kata (kata sifat, kata benda dan kata
kerja) guru dapat menggunakan kartu-kartu berukuran 10 x 8 cm. Kartu-kartu yang
hanya memuat contoh kata yang harus diidentifikasi siswa apakah merupakan kata
kerja, kata benda, atau kata sifat tentu kurang menarik bila dibandingkan
dengan kartu-kartu serupa tetapi memiliki variasi berupa ditambahkannya
gambar-gambar kartun yang familiar dengan siswa terkait kata yang ditulis pada
kartu tersebut dengan warna-warna yang semarak.
6.
Kemampuan Guru
Menggunakan Media Pembelajaran
Sebagus apapun media, misalnya media
pembelajaran interaktif berbasis komputer, tentu tidak akan efektif bila guru
sendiri memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan menggunakannya. Media
pembelajaran yang dipilih harus dapat digunakan oleh guru dengan baik.
Sebenarnya kendala kemampuan guru dalam mengoperasikan suatu media pembelajaran
dapat saja diatasi apabila guru yang bersangkutan memiliki kemauan untuk
belajar menggunakan media pembelajaran tersebut.
7.
Alokasi Waktu
Isu ketersediaan waktu dalam pembelajaran
memang sangat krusial. Guru selalu dikejar waktu untuk menyelesaikan tuntutan
kurikulum. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran yang notabene efektif
untuk mencapai tujuan pembelajaran, mempunyai relevansi yang baik dengan materi
pelajaran, dan berbagai kelebihan lainpun kadang-kadang terpaksa harus
dikesampingkan bilamana alokasi waktu menjadi pertimbangan yang penting. Akan
tetapi ketersediaan waktu seringkali bisa disiasati dengan berbagai cara
berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki oleh guru.
8.
Fleksibelitas
(kelenturan) Media Pembelajaran
Prinsip pemilihan media pembelajaran
berikutnya adalah fleksibelitas. Media pembelajaran yang dipilih oleh guru
untuk kegiatan belajar mengajar di kelasnya seharusnya memiliki fleksibelitas
yang baik. Media pembelajaran itu dikatakan mempunyai fleksibelitas yang baik
apabila dapat digunakan dalam berbagai situasi. Kadangkala, saat proses
pembelajaran berlangsung terjadi perubahan situasi yang berakibat tidak dapat
digunakannya suatu media pembelajaran. Contoh media pembelajaran yang
menggunakan sumber energi untuk pengoperasiannya kadangkala justru dapat
menghambat kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung bila aliran listrik
mati.
9.
Keamanan Penggunaan Media
Pembelajaran
Bagi anak-anak SD atau TK, kadangkala guru
harus hati-hati memilih media pembelajaran. Ada media pembelajaran yang kalau
tidak hati-hati dalam penggunaannya dapat mengakibatkan kecelakaan atau siswa
terluka. Media pembelajaran yang dipilih haruslah media pembelajaran yang aman
bagi mereka sehingga hal-hal yang tidak diinginkan saat kegiatan pembelajaran
sedang berlangsung tidak terjadi.Contoh media pembelajaran di SD yang kurang
aman misalnya penggunaan alat-alat yang mudah terbakar, tajam (mudah melukai)
atau panas, atau bahan-bahan kimia bersifat korosif.
10.
Kualitas Teknis Media
Pembelajaran
Media pembelajaran, seringkali harus dirawat
dengan dengan baik. Perawatan media pembelajaran dapat mempengaruhi kualitas
teknis media. Kualitas teknis media pembelajaran juga dapat ditentukan oleh
kualitas produksi media oleh suatu produsen. Jika di sekolah tersedia media
pembelajaran yang sejenis tetapi diproduksi oleh beberapa produsen, maka
sebaiknya guru memilih yang sekiranya memiliki kualitas teknis terbaik, misal
dari segi keterbacaan tulisan atau gambar, komposisi warna, ketelitian alat,
dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar