BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Psikologi
berkembang diawali dalam bidang filsafat yang dikenal sebagai induk dari
berbagai ilmu. Dalam perkembangannya kemudian, psikologi juga banyak diminati
oleh para ahli di bidang kedokteran. Kelompok inilah kemudian yang berjasa
menjadikan psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.
Psikologi
perkembangan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang pertumbuhan
dan perkembangan jiwa manusia baik dari prenatal maupun sudah lanjut usia.
Inilah suatu signifikan dari perkembangan rohani manusia itu sendiri yang
dialami sejak ia lahir sampai menjadi dewasa. Dalam proses perkembangan rohani
itu terjadi perubahan yang terus-menerus, tetapi perkembangan itu tetap
merupakan satu kesatuan. Dari sekilas tentang penjelasan mengenai pengertian
psikologi secara globalitas ini, jadi sudah dapat kita ambil suatu kesimpulan
bahwa yang menjadi objek kajiannya adalah jiwa perkembangan manusia.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud perkembangan sebagai cabang psikologi?
2. Apa
yang dimaksud dengan psikologi perkembangan?
3. Apa
saja manfaat psikologi perkembangan?
1.3
Tujuan
1. Untuk
mengetahui perkembangan sebagai cabang psikologi.
2. Untuk
mengetahui pengertian psikologi perkembangan.
3. Untuk
mengetahui manfaat psikologi perkembangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Perkembangan sebagai Cabang Psikologi
Dalam usaha memahami psikologi perkembangan, kita harus
mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan. Mulanya kata perkembangan
berasal dari biologi, kemudian pada abad ke-20 ini kata perkembangan dipergunakan
oleh psikologi. Karena penggunaannya pertama-tama dalam biologi, pada masa
berikutnya ada ahli-ahli yang menyebut pertumbuhan di samping kata
perkembangan, bahkan ada orang yang menyebut kedua istilah itu untuk maksud
yang sama.
a.
Perkembangan
Istilah
perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai
akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock 1976 : 2). (Seifert dan
Hoffnung 1994 : 9) mendefinisikan
perkembangan sebagai “Long-term changes in a person’s growth feelings, patterns
of thinking, social relationships, and motor skills”. Sementara itu,(Dianie E
papalia 2008 : 3) mengartikan
perkembangan sebagai perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam
organisme dari lahir sampai mati, pertumbuhan, perubahan dalam bentuk dan dalam
integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional, dan
kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak
dipelajari.
Menurut Van den Daele
“Perkembangan berarti perubahan secara kualitatif”. Ini berarti bahwa
perkembangan bukan sekedar penambah beberapa sentimeter pada tinggi badan
seseorang atau peningkatakn kemampuan seseorang, melainkan suatu proses
integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. (Van den Daele 1976 :
128)
Menurut F.J. Monks, pengertian
perkembangan menunjuk pada “suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak
dapat diulang kembali”. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat
tetap dan tidak dapat diputar kembali. Perkembangan juga dapat diartikan
sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada
tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan, pematangan, dan
belajar. (Menurut F.J. Monks, dkk., 2001: 1)
Dari beberapa pengertian diatas
dapat ditarik suatu kesimpulan umum, bahwa yang dimaksud dengan perkembangan
adalah perkembangan itu tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan semakin
membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkai perubahan psykis yang
berlangsung terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan
rohaniah yang dimiliki individu.
b.
Pertumbuhan
Dalam konsep perkembangan juga
terkandung pertumbuhan. Pertumbuhan (growth) sebenarnya merupakan sebuah
istilah yang lazim digunakan dalam biologi, sehingga pengertiannya lebih
bersifat biologis. (Werner, 1969 : 44). Istilah pertumbuhan khusus dimaksud
untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni,
istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala
psikologis yang muncul. (F.J Monk, 2006 : 2). Dalam pertumbuhan ada sebuah
proses pengulangan hal ini keliahatan berbeda tergantung pada pengulangan
tertentu mana yang akan dijelaskan (Hurlock 1980 : 3). (Menurut burnham 1976 :
16) pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan dan bersifat bertambah.
Dari beberapa pengertian diatas
dapat dipahami bahwa istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk
pada perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif. Dengan demikian, istilah
“pertumbuhan” lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik atau pertumbuhan
tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju
keruntuhannya. Sedangkan “perkembangan” lebih menunjuk pada kemajuan mental
atau perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat
Perkembangan
menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja
dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk kearah perubahan yang bersifat
tetap dan tidak dapat diputar kembali. Psikologi perkembangan lebih
mempersoalkan faktor-faktor yang umum yang mempengaruhi proses perkembangan
yang terjadi didalam diri pribadi yang khas itu. titik berat yang diberikan
oleh para ahli psikologi perkembangan adalah pada relasi atara kepribadian dan
perkembangan, hal iti disebabkan oleh pendapat bahwa keseluruhan kepribadian
itulah yang berkembang, meskipun beberapa aspek lebih menonjol pada masa
perkembangan tertentu, misalnya perkembangan fungsi indera dan fungsi motorik
lebih menonjol pada tahun-tahun pertama.
2.2
Pengertian
Psikologi Perkembangan
Psikologi
berasal dari kata psyche dan logos; masing-masing kata itu
mempunyai arti “jiwa” dan “ilmu”. psikologi adalah ilmu yang menyelidiki dan
membahas tentang perbuatan dan tingkah laku manusia. Kelompok pengetahuan
psikologi terdiri atas psikologi umum, psikologi pendidikan, psikologi belajar,
psikologi perkembangan, dan kesehatan mental. Psikologi perkembangan masih
dapat dibagi-bagi lagi, misalnya psikologi anak, psikologi remaja, dan
psikologi orang dewasa. Untuk maksud menyebut psikologi perkembangan ini Alice
Crow dan Robert M. Liebert menggunakan istilah
geneticpyshycology, sementara kata genetic berasal
dari genese yang artinya pertumbuhan. Sedangkan R.M.Liebert dalam
bukunya developmental pyshycology,1974, untuk menyebut psikologi
perkembangan kadan-kadang menggunakan istilah psikologi anak atau psikologi
genetic. Mulanya kata perkembanagn berasala dari biologi, kemudian pada abad 20
ini kata perkembangan dipergunakan oleh psikologi. Kata penggunaannya
pertama-tama dalam biologi, pada masa berikutnya ada ahli-ahli yang menyebut
pertumbuhan disamping kata perkembangan, bahkan ada orang yang menyebut kedua
istilah itu untuk maksud yang sama.
Dalam
psikologi perkembangan ini yang dibahas adalah perkembangan rohani sejak
manusia lahir sampai ia menjadi dewasa. Dalam perjalanan hidupnya menjadi
dewasa, perkembangan rohani itu tidak lepas dari pengaruh keturunan dan
pengaruh dunia lingkungan tempat seseorang hidup dan dibesarkan. Lester D. Crow
dan Arthur T. Jerslid telah mengemukakan tentang perkembangan rohani yang lebih
dini yaitu perkembangan sebelum lahir mereka menyebut masa itu dengan prenatal
atau masa konsepsi.
Menurut
Linda L. Davidoff, psikologi perkembangan adalah cabang psikologi yang
mempelajari perubahan dan perkembangan struktur jasmani, perilaku dan fungsi
mental manusia yang biasanya dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui
pembuahan hingga menjelang mati. Richard M. Lerner merumuskan psikologi
perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan
fungsi-fungsi psikologi sepanjang hidup.
Beberapa
definisi psikologi perkembangan menurut para psikolog:
Ø Menurut Prof. Dr. F.J.
Monks, Prof. Dr. A.M.P. Knoers, dan
Prof. Dr. Siti Rahayu Haditoro dalam psikologi perkembangan: “Psikologi
perkembangan adalah suatu ilmu yang mempersoalkan faktor-faktor umum yang
mempengaruhi proses perkembangan yang terjadi dalam diri pribadi seseorang
dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan”.
Ø Menurut Dra. Kartini
Kartono dalam psikologi anak: “ psikologi perkembangan (psikologi anak) adalah
suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan priode
masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai periode adolesens
menjelang dewasa”.
Ø Dalam encyclopedia
international : psikologi perkembangan adalah suatu cabang dari psikologi yang
mengetengahkan pembahasan tentang prilkau anak. Secara historis titik berat
pembahasannya pada penganalisisan elemen-elemen prilaku anak yang dimungkinkan
akan menjadi sarat terbentuknya perilaku dewasa yang kompleks.
Ø Carter
V. Good dalam dictionary of education: psikologi perkembangan adalah cabang
dari psikologi yang membahas tentang arah atau tahapan kemajuan dari prilaku
dengan mempertimbangkan phylogentic[1] dan ontogenetic[2], termasuk semua
fase pertumbuhan
dan penurunan.
Hal ini berarti adanya pembatasan yang lebih luas dari pengertian ilmu jiwa
keturunan, walaupun bentuk dan polanya ada persamaanya serta dapat
dipertukarkan.
Berdasarkan
beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi perkembangan adalah
cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku
manusia secara ontogenetic, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, baik perubahan dalam struktur
jasmani, perilaku, maupun fungsi, mental manusia sepanjang rentang hidupnya,
yang biasanya dimulai sejak konsepsi hingga menjelang mati.
2.3
Manfaat Psikologi Perkembangan Bagi Penyelenggaraan
Pendidikan
Dalam interaksi antar individu baik antara guru dan siswa maupun antara
siswa dengan siswa lainnya, terjadi proses dan peristiwa psikologis. Syaodih
Sukmadinata (2003:31) mengatakan bahwa seluruh kegiatan interaksi pendidikan
diciptakan bagi kepentingan siswa, yaitu membantu pengembangan sernua potensi
dan kecakapan yang dimilikinya setinggi-tingginya. Sehubungan dengan hal itu,
maka hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan, potensi dan kecakapan,
dinamika perilaku serta kegiatan siswa terutana perilaku belajar menjadi
kajian. utama dan penting bagi psikologi pendidikan.
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berupaya memahami keadaan dan
perilaku manusia, termasuk para siswa yang satu sama lainnya berbeda,
pengetahuan mengenai psikologi ini amat penting bagi para guru pada semua
jenjang satuan pendidikan. Para ahli psikologi dan pendidikan pada umumnya
berkeyakinan bahwa dua orang anak (yang kembar sekalipun) tak pernah memiliki
respons yang sama persis terhadap situasi belajar mengajar di kelas. Keduanya
sangat mungkin berbeda dalam hal pernbawaan, kematangan jasmani, inteligensi,
dan keterampilan motorik. Anak-anak itu seperti juga anak lainnya, relatif
berbeda dalam kepribadian sebagaimana yang tampak dalam penampilan dan cara
berpikir atau memecahkan masalah mereka masing-masing. Dimanapun proses
pendidikan berlangsung, alasan utama kehadiran guru adalah untuk membantu siswa
agar dapat belajar sebaik-baiknya.
Oleh karena itu adalah hal yang mendasar bagi guru untuk mengetahui dan
memaharni sepenuhnya karakteristik dan sifat-sifat para siswanya secara
psikologis.
Dengan memahaminya secara psikologis, guru akan dapat memahami proses
dan tahapan-tahapan belajar yang terjadi bagi para siswanya. Pengetahuan
mengenai psikologi pendidikan bagi para guru berperan penting dalam
menyelenggarakan pendidikan di sekolah-sekolah.
Pengetahuan yang bersifat psikologis mengenai peserta didik dalam proses
belajar dan proses belajar mengajar sesungguhnya tidak hanya diperlukan calon
guru atau guru yang sedang bertugas di lembaga pendidikan dasar dan menengah,
melainkan juga para dosen di perguruan tinggi (Muhibinsyah, 2003:16). Pekerjaan
guru adalah lebih bersifat psikologis daripada pekerjaan seorang dokter,
insinyur, atau ahli hukum. Untuk itu guru hendaknya mengenal anak didik serta
menyelami kehidupan kejiwaan anak didik disepanjang waktu. Guru menurut
Soemanto (1998:7) hendaknya tidak jemu dengan pekerjaannya, meskipun ia tidak
dapat menentukan atau meramalkan secara tegas tentang bentuk manusia yang
bagaimanakah yang akan dihasilkannya kelak di kemudian had. Hal ini menjadi
kenyataan bahwa guru tak pemah mengetahui hasil akhir dan pekerjaannya.
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Psikologi
perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis
perkembangan perilaku manusia secara ontogenetic, yaitu mempelajari
proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri,
baik perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi, mental manusia
sepanjang rentang hidupnya, yang biasanya dimulai sejak konsepsi hingga
menjelang mati.
Psikologi
pun harus dipahami oleh seorang tenaga pendidik dalam melaksanakan proses
pembelajaran, karena dengan memahami psikologi dan karakteristik dari anak
didik guru akan dapat memahami proses dan
tahapan-tahapan belajar yang terjadi bagi para siswanya.
3.2
Saran
Adapun saran yang dapat penulis
sampaikan, setelah penulis mengkaji tentang konsep psikologi perkembangan dan
manfaatnya bagi penyelenggaraan pendidikan adalah sebagai berikut.
Pengetahuan Psikologi Perkembangan, sangat berguna bagi
guru, yaitu dengan bekal psikologi perkembangan :
a. Mereka dapat memilih dan memberikan
materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat
perkembangan tertentu.
b. Mereka dapat memilih metode
pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan
pemahaman murid-murid mereka.
Dengan
memahami psikologi perkembangan, guru diharapkan mampu mengenali karakteristik
peserta didik dan dapat mengarahkan serta memberikan pendidikan yang tepat
sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. Sehingga dapat menghasilkan
generasi-generasi baru yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Widodo
Supriyono. 2004. Psikologi
Belajar (edisi revisi). Bandung: Rineka Cipta.
Cece_akiaU. 2011. Manfaat Psikologi bagi Calon Pendidik. [online]. http://ceceakiau.blogspot.com/2011/12/manfaat-psikologi-bagi-calon-pendidik.html. diakses pada tanggal 22 April 2015. Pukul 22.15 WIB
Desmita. 2005. Psikologi
Perkembangan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurazizah, Indah. 2015. Konsep Perkembangan dalam Kontelasi Psikologi dan Pendidikan.[online]. http://kuntilanakpakebehel.blogspot.com/2015/02/konsep-perkembangan-dalam-kontelasi.html. diakses pada tanggal 21 April 2015. Pukul 23.00 WIB
Widyawati, Ike Nurohmah. 2012. Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Ruang Lingkup Psikologi
Perkembangan. [online].
http://wiewiedreams.blogspot.com/2012/12/pengertian-tujuan-manfaat-dan-ruang.html. diakses
pada tanggal 21 April 2015. Pukul 22.35 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar