SELAMAT DATANG DI MYBLOG

Selasa, 17 Januari 2017

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Psikologi berkembang diawali dalam bidang filsafat yang dikenal sebagai induk dari berbagai ilmu. Dalam perkembangannya kemudian, psikologi juga banyak diminati oleh para ahli di bidang kedokteran. Kelompok inilah kemudian yang berjasa menjadikan psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri.
Psikologi perkembangan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan jiwa manusia baik dari prenatal maupun sudah lanjut usia. Inilah suatu signifikan dari perkembangan rohani manusia itu sendiri yang dialami sejak ia lahir sampai menjadi dewasa. Dalam proses perkembangan rohani itu terjadi perubahan yang terus-menerus, tetapi perkembangan itu tetap merupakan satu kesatuan. Dari sekilas tentang penjelasan mengenai pengertian psikologi secara globalitas ini, jadi sudah dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa yang menjadi objek kajiannya adalah jiwa perkembangan manusia.

1.2        Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud perkembangan sebagai cabang psikologi?
2.      Apa yang dimaksud dengan psikologi perkembangan?
3.      Apa saja manfaat psikologi perkembangan?

1.3        Tujuan
1.      Untuk mengetahui perkembangan sebagai cabang psikologi.
2.      Untuk mengetahui pengertian psikologi perkembangan.
3.      Untuk mengetahui manfaat psikologi perkembangan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1        Perkembangan sebagai Cabang Psikologi
Dalam usaha memahami psikologi perkembangan, kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan. Mulanya kata perkembangan berasal dari biologi, kemudian pada abad ke-20 ini kata perkembangan dipergunakan oleh psikologi. Karena penggunaannya pertama-tama dalam biologi, pada masa berikutnya ada ahli-ahli yang menyebut pertumbuhan di samping kata perkembangan, bahkan ada orang yang menyebut kedua istilah itu untuk maksud yang sama.
a.      Perkembangan
Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock 1976 : 2).  (Seifert dan Hoffnung 1994 : 9) mendefinisikan perkembangan sebagai “Long-term changes in a person’s growth feelings, patterns of thinking, social relationships, and motor skills”. Sementara itu,(Dianie E papalia 2008 : 3mengartikan perkembangan sebagai perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme dari lahir sampai mati, pertumbuhan, perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional, dan kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak dipelajari.

Menurut Van den Daele  “Perkembangan berarti perubahan secara kualitatif”. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambah beberapa sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatakn kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. (Van den Daele 1976 : 128)

Menurut F.J. Monks, pengertian perkembangan menunjuk pada “suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak dapat diulang kembali”. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali. Perkembangan juga dapat diartikan sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan, pematangan, dan belajar. (Menurut F.J. Monks, dkk., 2001: 1)

Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan umum, bahwa yang dimaksud dengan perkembangan adalah perkembangan itu tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkai perubahan psykis yang berlangsung terus-menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu.

b.      Pertumbuhan
Dalam konsep perkembangan juga terkandung pertumbuhan. Pertumbuhan (growth) sebenarnya merupakan sebuah istilah yang lazim digunakan dalam biologi, sehingga pengertiannya lebih bersifat biologis. (Werner, 1969 : 44). Istilah pertumbuhan khusus dimaksud untuk menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni, istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul. (F.J Monk, 2006 : 2). Dalam pertumbuhan ada sebuah proses pengulangan hal ini keliahatan berbeda tergantung pada pengulangan tertentu mana yang akan dijelaskan (Hurlock 1980 : 3). (Menurut burnham 1976 : 16) pertumbuhan merupakan proses yang berkesinambungan dan bersifat bertambah.

Dari beberapa pengertian diatas dapat dipahami bahwa istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk pada perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif. Dengan demikian, istilah “pertumbuhan” lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik atau pertumbuhan tubuh yang melaju sampai pada suatu titik optimum dan kemudian menurun menuju keruntuhannya. Sedangkan “perkembangan” lebih menunjuk pada kemajuan mental atau perkembangan rohani yang melaju terus sampai akhir hayat

Perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk kearah perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali. Psikologi perkembangan lebih mempersoalkan faktor-faktor yang umum yang mempengaruhi proses perkembangan yang terjadi didalam diri pribadi yang khas itu. titik berat yang diberikan oleh para ahli psikologi perkembangan adalah pada relasi atara kepribadian dan perkembangan, hal iti disebabkan oleh pendapat bahwa keseluruhan kepribadian itulah yang berkembang, meskipun beberapa aspek lebih menonjol pada masa perkembangan tertentu, misalnya perkembangan fungsi indera dan fungsi motorik lebih menonjol pada tahun-tahun pertama.

2.2   Pengertian Psikologi Perkembangan
Psikologi berasal dari kata psyche dan logos; masing-masing kata itu mempunyai arti “jiwa” dan “ilmu”. psikologi adalah ilmu yang menyelidiki dan membahas tentang perbuatan dan tingkah laku manusia. Kelompok pengetahuan psikologi terdiri atas psikologi umum, psikologi pendidikan, psikologi belajar, psikologi perkembangan, dan kesehatan mental. Psikologi perkembangan masih dapat dibagi-bagi lagi, misalnya psikologi anak, psikologi remaja, dan psikologi orang dewasa. Untuk maksud menyebut psikologi perkembangan ini Alice Crow dan Robert M. Liebert menggunakan istilah geneticpyshycology, sementara kata genetic berasal dari genese yang artinya pertumbuhan. Sedangkan R.M.Liebert dalam bukunya developmental pyshycology,1974, untuk menyebut psikologi perkembangan kadan-kadang menggunakan istilah psikologi anak atau psikologi genetic. Mulanya kata perkembanagn berasala dari biologi, kemudian pada abad 20 ini kata perkembangan dipergunakan oleh psikologi. Kata penggunaannya pertama-tama dalam biologi, pada masa berikutnya ada ahli-ahli yang menyebut pertumbuhan disamping kata perkembangan, bahkan ada orang yang menyebut kedua istilah itu untuk maksud yang sama.
Dalam psikologi perkembangan ini yang dibahas adalah perkembangan rohani sejak manusia lahir sampai ia menjadi dewasa. Dalam perjalanan hidupnya menjadi dewasa, perkembangan rohani itu tidak lepas dari pengaruh keturunan dan pengaruh dunia lingkungan tempat seseorang hidup dan dibesarkan. Lester D. Crow dan Arthur T. Jerslid telah mengemukakan tentang perkembangan rohani yang lebih dini yaitu perkembangan sebelum lahir mereka menyebut masa itu dengan prenatal atau masa konsepsi.
Menurut Linda L. Davidoff, psikologi perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan struktur jasmani, perilaku dan fungsi mental manusia yang biasanya dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati. Richard M. Lerner merumuskan psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi-fungsi psikologi sepanjang hidup.
Beberapa definisi psikologi perkembangan menurut para psikolog:
Ø  Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. Knoers, dan Prof. Dr. Siti Rahayu Haditoro dalam psikologi perkembangan: “Psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan”.
Ø  Menurut Dra. Kartini Kartono dalam psikologi anak: “ psikologi perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang dimulai dengan priode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa remaja, sampai periode adolesens menjelang dewasa”.
Ø  Dalam encyclopedia international : psikologi perkembangan adalah suatu cabang dari psikologi yang mengetengahkan pembahasan tentang prilkau anak. Secara historis titik berat pembahasannya pada penganalisisan elemen-elemen prilaku anak yang dimungkinkan akan menjadi sarat terbentuknya perilaku dewasa yang kompleks.
Ø  Carter V. Good dalam dictionary of education: psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang membahas tentang arah atau tahapan kemajuan dari prilaku dengan mempertimbangkan phylogentic[1] dan ontogenetic[2], termasuk semua fase pertumbuhan dan penurunan. Hal ini berarti adanya pembatasan yang lebih luas dari pengertian ilmu jiwa keturunan, walaupun bentuk dan polanya ada persamaanya serta dapat dipertukarkan.

Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenetic, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, baik perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi, mental manusia sepanjang rentang hidupnya, yang biasanya dimulai sejak konsepsi hingga menjelang mati.

2.3  Manfaat Psikologi Perkembangan Bagi Penyelenggaraan Pendidikan
Dalam interaksi antar individu baik antara guru dan siswa maupun antara siswa dengan siswa lainnya, terjadi proses dan peristiwa psikologis. Syaodih Sukmadinata (2003:31) mengatakan bahwa seluruh kegiatan interaksi pendidikan diciptakan bagi kepentingan siswa, yaitu membantu pengembangan sernua potensi dan kecakapan yang dimilikinya setinggi-tingginya. Sehubungan dengan hal itu, maka hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan, potensi dan kecakapan, dinamika perilaku serta kegiatan siswa terutana perilaku belajar menjadi kajian. utama dan penting bagi psikologi pendidikan.
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berupaya memahami keadaan dan perilaku manusia, termasuk para siswa yang satu sama lainnya berbeda, pengetahuan mengenai psikologi ini amat penting bagi para guru pada semua jenjang satuan pendidikan. Para ahli psikologi dan pendidikan pada umumnya berkeyakinan bahwa dua orang anak (yang kembar sekalipun) tak pernah memiliki respons yang sama persis terhadap situasi belajar mengajar di kelas. Keduanya sangat mungkin berbeda dalam hal pernbawaan, kematangan jasmani, inteligensi, dan keterampilan motorik. Anak-anak itu seperti juga anak lainnya, relatif berbeda dalam kepribadian sebagaimana yang tampak dalam penampilan dan cara berpikir atau memecahkan masalah mereka masing-masing. Dimanapun proses pendidikan berlangsung, alasan utama kehadiran guru adalah untuk membantu siswa agar dapat belajar sebaik-baiknya.
Oleh karena itu adalah hal yang mendasar bagi guru untuk mengetahui dan memaharni sepenuhnya karakteristik dan sifat-sifat para siswanya secara psikologis.

Dengan memahaminya secara psikologis, guru akan dapat memahami proses dan tahapan-tahapan belajar yang terjadi bagi para siswanya. Pengetahuan mengenai psikologi pendidikan bagi para guru berperan penting dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah-sekolah.
Pengetahuan yang bersifat psikologis mengenai peserta didik dalam proses belajar dan proses belajar mengajar sesungguhnya tidak hanya diperlukan calon guru atau guru yang sedang bertugas di lembaga pendidikan dasar dan menengah, melainkan juga para dosen di perguruan tinggi (Muhibinsyah, 2003:16). Pekerjaan guru adalah lebih bersifat psikologis daripada pekerjaan seorang dokter, insinyur, atau ahli hukum. Untuk itu guru hendaknya mengenal anak didik serta menyelami kehidupan kejiwaan anak didik disepanjang waktu. Guru menurut Soemanto (1998:7) hendaknya tidak jemu dengan pekerjaannya, meskipun ia tidak dapat menentukan atau meramalkan secara tegas tentang bentuk manusia yang bagaimanakah yang akan dihasilkannya kelak di kemudian had. Hal ini menjadi kenyataan bahwa guru tak pemah mengetahui hasil akhir dan pekerjaannya.


BAB III
PENUTUP

3.1        Simpulan
Psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenetic, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, baik perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi, mental manusia sepanjang rentang hidupnya, yang biasanya dimulai sejak konsepsi hingga menjelang mati.
Psikologi pun harus dipahami oleh seorang tenaga pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran, karena dengan memahami psikologi dan karakteristik dari anak didik guru akan dapat memahami proses dan tahapan-tahapan belajar yang terjadi bagi para siswanya.

3.2        Saran
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan, setelah penulis mengkaji tentang konsep psikologi perkembangan dan manfaatnya bagi penyelenggaraan pendidikan adalah sebagai berikut.
Pengetahuan Psikologi Perkembangan, sangat berguna bagi guru, yaitu dengan bekal psikologi perkembangan :
a.    Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
b.    Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka.
Dengan memahami psikologi perkembangan, guru diharapkan mampu mengenali karakteristik peserta didik dan dapat mengarahkan serta memberikan pendidikan yang tepat sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. Sehingga dapat menghasilkan generasi-generasi baru yang berkualitas.


DAFTAR PUSTAKA


Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar (edisi revisi). Bandung: Rineka Cipta.

Cece_akiaU. 2011. Manfaat Psikologi bagi Calon Pendidik. [online]. http://ceceakiau.blogspot.com/2011/12/manfaat-psikologi-bagi-calon-pendidik.html. diakses pada tanggal 22 April 2015. Pukul 22.15 WIB

Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nurazizah, Indah. 2015. Konsep Perkembangan dalam Kontelasi Psikologi dan Pendidikan.[online]. http://kuntilanakpakebehel.blogspot.com/2015/02/konsep-perkembangan-dalam-kontelasi.html. diakses pada tanggal 21 April 2015. Pukul 23.00 WIB
Widyawati, Ike Nurohmah. 2012. Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan. [online].
http://wiewiedreams.blogspot.com/2012/12/pengertian-tujuan-manfaat-dan-ruang.html. diakses pada tanggal 21 April 2015. Pukul 22.35 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar